Kesehatan

Fungsi Imunisasi DPT dan Jadwal Pemberiannya untuk Bayi dan Anak

September 25, 2019

Imunisasi DPT merupakan salah satu imunisasi yang wajib diberikan kepada bayi dan anak-anak bahkan orang dewasa yang belum pernah mendapatkannya. Imunisasi ini dinamai dengan DPT karena digunakan untuk menangkal penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus bisa membahayakan nyawa terutama anak-anak bisa mengidapnya. Apa saja fungsi imunisasi ini secara lebih detail dan kapan jadwal pemberiannya? Berikut uraian yang penting dibaca terutama untuk para orang tua yang sudah memiliki anak-anak.

Bagi Anda yang belum mengenal penyakit yang disingkat dengan DPT tersebut, berikut ini penjelasan singkatnya:

  • Difteri.

Merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menghambat pernafasan. Penyakit ini mematikan karena bakteri mengeluarkan racun yang bisa diedarkan darah hingga ke jantung.

  • Pertusis.

Disebut juga batuk rejan yang memiliki gejala batuk pilek terutama saat mengambil nafas panjang.

  • Tetanus.

Disebabkan oleh bakteri yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka terbuka.

Dewasa ini, ketiga jenis penyakit di atas memang telah jarang ditemukan karena adanya vaksin DPT yang telah diberikan semasa bayi atau anak-anak. Namun bukan berarti sudah tak ada lagi penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Jika seseorang yang tidak pernah divaksin terinfeksi maka bisa menjadi sebuah penyakit yang cukup membahayakan nyawa. Belum lama ini, penyakit difteri kembali memakan korban karena lambannya penanganan terhadap penderita. Gejala yang ditimbulkan mirip dengan penyakit demam biasa sehingga penderita tidak dibawa ke rumah sakit hingga racun menyebar di dalam tubuh.

strong>Imunisasi DPT ini diberikan kepada bayi hingga orang dewasa baik yang belum pernah diberi imunisasi sebelumnya maupun berupa imunisasi ulangan. Berikut ini adalah jadwal imunisasi untuk bayi baru lahir:

  • Usia 2 bulan.
  • Usia 3 bulan.
  • Usia 4 bulan.
  • Usia 18 bulan.
  • Usia 5 tahun.

Imunisasi tersebut bisa diberikan dalam bentuk imunisasi tunggal maupun imunisasi campuran dengan jenis lainnya.

Selain bayi dan anak-anak, vaksin DPT juga diberikan kepada orang dewasa dengan kondisi-kondisi tertentu yaitu:

  • Orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin DPT.
  • Wanita hamil yang belum pernah mendapatkan vaksin DPT.
  • Petugas kesehatan untuk menghindari tertularnya penyakit DPT.
  • Pengasuh bayi agar tidak menulari bayi.

Karena merupakan vaksin yang meski dilemahkan namun tetap merupakan zat asing, tubuh manusia baik bayi hingga orang dewasa bisa memberikan respon balik terhadap imunisasi. Efek yang kadang terjadi antara lain demam, rasa nyeri hingga bengkak pada area yang disuntikkan dan anak-anak yang menjadi rewel setelah mendapatkan imunisasi. Bagi orang dewasa, perlu diingat bahwa saat akan mendapatkan imunisasi, sebaiknya tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan terutama obat kortikosteroid, obat pengencer dahak dan obat pelemah sistem imun.

Bagi Anda orang tua yang memiliki anak bayi di bawah usia 1 tahun dan belum mendapatkan imunisasi DPT, segeralah datang ke puskesmas terdekat untuk mendapatkannya. Pastikan si kecil dalam kondisi sehat agar bisa mentolerir vaksin yang diberikan. Begitu juga dengan orang dewasa yang ingin mendapatkan imunisasi bisa langsung datang ke puskesmas, rumah sakit ataupun klinik kesehatan. Dengan memberi imunisasi lengkap, Anda akan mencegah putra-putri dan diri sendiri dari penyakit difteri, pertusis dan tetanus yang bisa menginfeksi siapa saja. Selain imunisasi ini, masih ada lagi imunisasi wajib yang juga harus didapatkan anak untuk mendapatkan kekebalan sedari usia dini.