Mengenal Opini id Lebih Mendalam

Bertukar pikiran tentunya tidak harus dengan emosi dan harus berkata kasar. Ada banyak hal baru yang bisa didapatkan seseorang dengan saling bertukar pendapat dan di era digital seperti ini, proses tersebut bisa dilakukan tanpa harus saling bertemu. Salah satu startup yang hadir untuk memfasilitasi atau katakanlah menjadi wadah untuk menyalurkan pendapat adalah Opini id yang hadir sejak tahun 2012 lalu. Opini id sendiri memiliki mimpi untuk dapat bantu memajukan kerangka logika atau pola berpikir masyarakat demi kemajuan bangsa Indonesia melalui platform mereka. Opini id sejatinya telah digagas sejak tahun 2011 oleh Frandy Wirajaya Sugianto, yang saat ini menjabat sebagai CEO, bersama dengan tiga orang rekannya. Meskipun demikian, produknya sendiri baru lahir pada April 2012. Di versi awalnya, Opini. Id lebih menekankan pada pembahasan topik atau isu di masyarakat dengan sangat mendalam, dari hulu ke hilir.

Setelah kurang lebih dua tahun beroperasi, di pertengahan Oktober 2014, Opini id memutuskan untuk melakukan perombakan besar-besaran. Dari sini versi kedua Opini.id lahir dan menambahkan beberapa fitur yang mengoptimasi layanan seperti pertanyaan, gambar, video, polling, dan rating. Meskipun dirombak, mimpi yang ingin yang dicapai tidak berubah, yakni memajukan pola piker masyarakat Indonesia. Frandy mengatakan, “Kami ingin menanamkan, atau membentuk suatu logika berpikir [masyarakat Indonesia] yang benar. Opini.id hadir karena Opini.id ingin menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang maju. Agar masyarakatnya punya pola berpikir yang gak kebalik-balik.

Saat ini Opini id sendiri berada di bawah naungan PT Global Visi Media (GVM) bersama dengan startup lain yang juga bergerak di bidang media, yakni Bolalob. Bolalob sendiri baru saja menjadi bagian GVM pada pertengahan Juli tahun ini. Rencananya, dalam waktu dekat ini GVM juga akan meluncurkan satu produk baru yang khusus membahas segmen perempuan. Sebagai media yang menjadi wadah untuk menyalurkan opini publik, pada dasarnya Opini.id beroperasi dengan menggabungkan konsep media sosial dan media. Melalui Opini id, pengguna dapat menyalurkan pendapatnya dengan memanfaatkan tools yang disediakan, seperti mengajukan pertanyaan, poling, melalui gambar, atau bisa juga melalui video. Topiknya beragam, mulai dari olahraga hingga politik pun ada.

Menurut Frandy, saat ini Opini.id telah memiliki 900 topik yang dibahas, 13.000 pertanyaan, dan 480.000 opini dalam platform mereka. Sedangkan untuk monthly active user, Frandy mengklaim bahwa Opini id telah mencapai satu juta kunjungan per bulannya. Dijelaskan juga bahwa konten yang tampil dalam Opini sendiri adalah perpaduan antara Editorial internal dan pengguna. Bicara mengenai monetisasi, Frandy menjelaskan, “Opini ini agak eksklusif. Kami tidak mau sembarangan untuk ini. Kami lebih memprioritaskan untuk program-program CSR. Kami arahnya lebih ke situ, [partnership] program CSR dengan brand-brand besar. Hard selling-nya melalui content marketing dengan mengangkat topik atau isu tertentu dengan memanfaatkan semua tools yang dimiliki.”

Frandy juga berjanji untuk selalu menjaga konten yang ada dalam Opini id tetap memiliki standar kualitas yang baik dan terhindar dari penyebar hate speech. Upaya yang dilakukan yaitu dengan menyediakan fitur vote down dan report. Selain itu, tim internal juga dapat langsung menghapus opini yang dianggap berbau hate speech. Selain melalui desktop, Opini.id juga telah dapat diakses melalui aplikasi mobile. Sejauh ini, aplikasi mobile Opini.id telah tersedia di perangkat Android dan iOS. Keduanya diluncurkan pada tahun 2015 ini, hanya berbeda bulan saja, Android pada bulan September dan iOS pada bulan November.